Selamat Jalan Sahabat

6 Desember 2010. Hari itu merupakan hari pertama saya ujian blok 8 Metabolisme dan Endokrin. Ujian pertama adalah OSPE atau ujian praktikum. Pagi kurang lebih sekitar pukul 7 saya sudah berada di Rumah Sakit Dustira karena memang setiap ujian praktikum diadakan di lab.anatomi yang berada di Dustira. Saya masuk kloter A1, dan jaswal ujian nya setelah kelompok B1 dan B2 selesai.
Menunggu tiba waktu ujian, saya dan teman-teman belajar di sekitar Forensik. Saat konsentrasi penuh mengahapal embriologi, vaskularisasi, topografi dan lain-lain, sebuah keranda mayat dikeluarkan dari Forensik. That's shocked me. Tidak berapa lama, keranda itu kembali lagi ke tempat di mana saya dan teman-teman belajar. Kali ini keranda itu ada isinya. Innalillahi...
Setelah ujian, saya, Resvi, dan Imas mau cari makan. Di jalan, sebuah mobil ambulans dengan lampu sirine menyala melintas. Lagi-lagi saya berujar Innalillahi..
Saat itu saya membuka handphone dan mengeceknya, ada sebuah pesan mendarat di blackberry messenger saya. Dari Mamih Tiwul (Sri Faida Wulandari-teman dekat di SMA). Isi pesan nya:
"Git, udah tau kabar teh Rika?"
Seketika itu juga, rasa penasaran sekaligus deg-degan menghampiri saya. Saya balas bbm dari Mamih. Tapi delay lama sekali :(. Kemudian saya "PING!" kontak Mamih. Masih belum juga terkirim. Karena penasaran sudah memuncak, kemudian saya buka web dan masuk facebook. Alhamdulillah bisa dibuka. Langsung saya search nama Rika Puspita di facebook. Pikiran saya saat itu, kali aja dapet kabar yang Mamih maksud dari facebook.
Dan..... I can't hold my tears falling down :'(
Saya membaca wall dari teh Nida Khodijah, senior saya di OSIS 34 yang isinya "Innalillahi... selamat jalan sahabat.........................."
Seketika itu juga saya lemas. Seperti semua persendian terlepas. Akhirnya bbm dari Mamih masuk dan memberitakan hal tersebut. Sms-sms bermunculan berisi kabar duka yang sama. Bahkan ada beberapa yang bertanya benar tidak kabar itu pada saya. :( :( :( :(
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...
Umur memang siapa yang sangka. Kemarin-kemarin kita masih saling reply twitter. Sekarang Teh Rika sudah menghadap Allah SWT. It's hard to believe that you are gone Teh Rika Puspitasari. You've became a reminder for us. We love you sist, but Allah SWT loves you more...
Untuk Teh Rika, sahabat saya yang cantik dan sholehah...
Masih segar di ingatan saya pertama kali mengenal teteh. Teh Rika yang cantik, jago main basket, dan sangat baik hati. Tahu kah teteh, bahwa saya sangat senang karena teteh dulu tidak pernah melupakan saya setiap ada kumpulan OSIS. Teteh yang selalu menjemput saya ke kelas. Dan teteh tidak pernah keberatan :(
Teh Rika yang cantik dan sholehah...
Terima kasih karena telah mengingatkan saya bahwa kita memiliki waktu yang terbatas di dunia ini. Begitu sayang nya Allah pada teteh sehingga menjadikan teteh sebagai pengingat bahwa waktu kita begitu sempit.
Masa depan itu ternyata belum tentu datang. Saya belajar satu hal, cara terbaik mempersiapkan nya berarti dengan mengisi 'sekarang' demi 'masa yang akan datang'. Karena masa itu belum tentu datang, tapi jika kita mempersiapkan dengan mengisi 'sekarang' dengan baik, 'masa yang akan datang' pun Insya Allah baik.
Selamat jalan Teh Rika...
Pulang nya teteh ke pelukan Illahi telah menjadi cambuk bagi kami agar lebih mempersiapkan diri.
Semoga amal ibadah mu diterima Allah SWT. Semoga ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

[Puisi] Dijemput Malaikat
Tarikan sudut mengakhiri hayat
Sebentuk lengkung bibirnya mengantar ke lahat
Selamat jalan senyum sahabat
-Anggit Paramadita-Cimahi 2010-
Untuk Rika Puspitasari Alm.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright @ TIME CAPSULE | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger