Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan

Don't Expect Too Much...

Sedikit berusaha mengambil hikmah dari beberapa kejadian yang dialami oleh teman saya.
Membuat kesalahan adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi. Karena tanpa kesalahan kita tidak akan mendapat pengalaman. Sejatinya, pengalaman itu lah yang akan menjadikan kita bijaksana.

Sesuatu yang 'terlalu' itu bukankah tidak baik?

Jika terlalu berambisi untuk mendapatkan sesuatu, terkadang yang kita dapat hanyalah rasa capek.
Jika terlalu terobsesi dengan sesuatu, terkadang kita malah merasa lelah.
Begitupun dengan terlalu berharap pada sesuatu. Terkadang akhirnya kita akan merasakan kecewa mendalam.
Dari sini lah saya belajar untuk mengendalikan harapan yang melangit. Ada baiknya kita mengukur sebuah pengharapan. Tidak melulu memaksakan sesuatu yang kiranya kelak justru akan membuat kita malu. Ada baiknya kita menyaring setiap tuntutan. Karena terlalu banyak menuntut hanya akan membuat kita kecewa karena tidak semua dapat terpenuhi.

Dari sini lah saya belajar menerima. Bukan lantas sesuatu yang diperjuangkan itu akhirnya menjadi sesuatu yang berbalik menjadi memuakkan ketika akhirnya tidak tercapai.

Percayalah....
Tuhan telah menyiapkan skenario terbaik-Nya. Syukurilah segala ingin mu yang mewujud. Dan terimalah sebagai pelajaran hidup apapun yang menurutmu tidak sesuai dengan pengharapanmu.

Diamlah jika yang dapat diceritakan hanyalah kesombongan diri. Karena orang justru  akan menilai kebalikannya.
Dan diamlah jika yang dibicarakan serta diumbar itu belum pasti.


So...
Don't talk too much.
Don't expect too much. You might get hurt.

My Playlist :)

Lagi suka banget sama lagu-lagu ini :)
Tiap hari diputer nemenin belajar ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Metamorfosa (Kumpulan Puisi) – Akan Segera Terbit!

“Tidak banyak orang yang bisa secara terus terang bercerita tentang isi hati dalam wajah puisi untuk mempertanyakan banyak hal. Biasanya terjebak dalam melankolia dan cenderung “lebay”. Puisi-puisi dalam kumpulan ini berada di luar wilayah itu.”
-Oom Somara de Uci (Pegiat Sastra, Founder Pustaka Kemucen)

“Metamorfosa, artinya semedi sekian waktu lalu berubah menjadi “cantik” – tentunya cantik dalam banyak makna dan maksud. Puisi memang media yang menarik untuk menggelitik banyak hal. Namun, hanya pembaca yang berhak mengungkapkan, apakah ia tergelitik atau tidak. Apakah saya tergelitik? Rahasia dong ah!”
-Putri Sarinande (Penyair Kumpulan Puisi “Putri Berkicau”)

“Permainan katanya bagus dan meaningful banget…”
-Bunga Mega (Penulis)

“Ini dahsyat, dari kerumitan akan karya sastra yang terlalu melangit dan kejenuhan akan karya sastra yang terlalu dangkal dengan balutan ke’enteng’an dalam pengkaryaan tidak ditemukan di buku ini, Gilang dan Anggit mampu menbenahi hal keduanya, berproses dengan progresif romantisme dan cerdas dalam menangkap situasi disekelilingnya menjadikan karya yang mudah dicerna tanpa meninggalkan estetika dalam sastra. Selamat membaca puisi cerdas ini.”
-Rizal Abdulhadi (Musisi dan Pegiat Kebudayaan)

 re-post dari Gilang Pramudhita

Tren Selfpublishing

Tulisan di bawah ini, created by Anggit Paramadita.


Belakangan, mata dan telinga saya begitu akrab dengan sebuah kata SELFPUBLISHING. Apa sih sebenarnya? 

Geliat para penulis muda bermunculan dan melahirkan jutaan karya akhir-akhir ini. Sungguh merupakan suatu prestasi dan menurut saya (sebagai penikmat tulisan) kebanggaan tersendiri. Karena akhirnya, sudah banyak orang 'melek' aksara. Dalam artian mau membaca. Setiap pergi ke toko buku, selalu ada saja buku-buku baru dibungkus cover-cover yang menarik. Penerbit seolah berlomba-lomba memunculkan karya yang bisa laris di pasaran. Di dunia maya, seperti jejaring sosial facebook dan twitter, bermunculan akun-akun penerbit. Mempromosikan buku-bukunya dengan berbagai promo menarik. Bahkan, penerbit dan para penulisnya pun mempunyai jumlah followers yang sebanding dengan artis-artis yang kerap kita lihat di televisi. Artinya? Fenomena ini menunjukkan dunia perbukuan bangkit. Dunia perbukuan bukan lagi milik segelintir orang yang peduli aksara. Dunia perbukuan menjadi tren masa kini.

Di tengah persaingan ketat di industri ini, penulis-penulis yang mempunyai idealisme tinggi tentu harus berpikir seribu kali. Walaupun karya yang kita buat (menurut kita) bagus, belum tentu 'pasar' mengatakan seperti itu. Ada penerbit yang hanya menerima karya dengan ketentuan tertentu yang tidak bisa diganggu gugat. Maka harus dikemanakan kah idealisme seorang penulis? Haruskah karya nya terbuang percuma? Hanya berakhir di dalam folder di komputer nya? Atau kah idealisme nya harus diubah demi mengikuti selera pasar?

Salah satu faktor maraknya selfpublishing mungkin karena seringnya karya seseorang ditolak oleh penerbit. Dengan memasukkan karya kita ke penerbit, memang karya itu akan diproses, dibedah, dipercantik, didistribusikan dan tunggu sampai muncul di antara tumpukkan buku di toko-toko buku. Tapi sekarang, mulai bermunculan penerbit-penerbit independen. Bahkan muncul pula layanan selfpublishing yang bisa memfasilitasi terbitnya karya kita.Penulis berperan ganda. Bahkan mungkin multi tasking. Sebagai pengkonsep, sebagai editor, sebagai cover designer (tapi sekarang sudah marak pula layanan pembuatan desain cover buku), sebagai distributor, sebagai penjual. Di sini lah penulis diuji kemampuan marketingnya. Sejauh mana ia bisa meyakinkan orang untuk membeli karyanya.

Penulis independen dapat memanfaatkan fasilitas blogspot, fanpage facebook, twitter, dan lain-lain sebagai sarana promosi. Sejauh ini, banyak penulis independen yang terbilang berhasil dalam 'meledakkan' karyanya. Ambil contoh Dewi Lestari.Novel perdana Dewi Lestari berjudul Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001), meraih sukses dengan penerbitan selfpublishing, yaitu Truedee Books.Kemudian, lihatlah Aa Gym. Punya label MQ, dan menerbitkan banyak pula buku-bukunya dengan MQ Publisihing. Terakhir, ada Jed Revolutia. Penulis buku You Are Likeable ini juga meraih sukses melalui layanan selfpublishing Nulisbuku. Ia menggunakan taktik marketing yang briliant. Ia memberikan sampel bukunya sebagai 'icip-icip' berupa ebook yang bisa didownload. Kalau suka, kita bisa beli versi buku nya yang lengkap. Promosi nya gencar dengan membuat blog, dan tentu rajin promo di twitter.

Memang tidak mudah menjalani selfpublishing. Apalagi kalau kita mengeluarkan modal, tentu akan menjadi PR yang cukup berat bagi kita untuk memutar modal kembali. Tapi kita juga bisa mengandalkan layanan selfpublishing seperti Nulisbuku. Karya kita akan dicetak jika ada yang memesan atau print on demand. Memang untuk urusan pemesanan dan pembelian masih sedikit rumit dan belum bisa menjangkau seluruh kalangan. Tidak bisa seperti masuk toko buku, ambil buku nya ke kasir, bayar, selesai. Jadilah target kita tidak seluas penerbit-penerbit mayor. Tapi setidaknya, selfpublishing bisa menjadi solusi. Di antara ketatnya persaingan di industri perbukuan, selfpublishing bisa menjadi jawaban sekaligus tantangan.

Salam^^
Anggit Paramadita-Maret 2011
Source photo dari sini

Adegan Marah yang Romantis

Biasanya saya sebel sekali nonton film yang ada adegan marah-marahnya. Apalagi sinetron. Riweuh dan lieur nonton nya. Tapi, ada satu adegan marah-marah yang justru saya suka. Paling saya suka mungkin.
Adegan itu ada di film Harry Potter and the Goblet of Fire. Di mana Hermione marah-marah sama Ron karena Ron melontarkan kata-kata yang emang menjengkelkan, begitu pikir saya kalau jadi Hermione, hehe.
Adegannya terjadi setelah yulle ball atau pesta dansa. Saat itu Hermione datang ke yulle ball dengan pasangannya yaitu Viktor Krum, seorang seeker terkenal dan bermain di Piala Dunia Quidditch. Lawan Harry saat itu di Turnamen Triwizard.
Padahal, Ron fans berat nya Krum, tapi melihat Hermione jalan dengan Krum, Ron malah marah-marah gak jelas. Sok-sok gak butuh Hermione. Hehe. Padahal jelas banget ya, kalau Ron cemburu tuh sama Krum. Di sini lah, Ron mungkin sedikit menyadari kalau dia ada hati sama Hermione.



Dialog saat itu :
"How dare you! Besides I can take care of myself!"
"I doubt it. He's way to old."
"What? What? If that's what you think??!!"
"Yeah.. that's what I think."
"You know the solution then, don't you?"
"Go on."
"Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!"
"Well.. thet's.. errr.. I mean that's completely off the point!"
(Harry datang)
"They get scary as they get older!" (Ron bicara ke Harry)
"Ron, you've spoiled everything)" (Hermione sambil nangis)

Yaaaa...berakhir sudah malam yang gagal untuk mereka. 
Ron dan Harry yang sama-sama nyuekin si kembar Paravati dan Padma Patil, dan Hermione yang setelah marahan ini, duduk di tangga, melepas sepatu kemudian menangis.

Saya suka banget waktu Hermione bilang "Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!"
Ya, Ron memang tinggi gengsinya kali ya. Dia baru "sadar" kalau Hermione tuh cewek, terlambat, setelah Krum mengajak Hermione, dan setelah hampir semua anak perempuan punya pasangan untuk ke pestadansa. Poor him. Tapi, tanpa ini, mungkin Ron tidak akan menyadari perasaannya.
Sedih deh liat Hermione sesenggukan, diiringi lagu Magic Works-Patrick Doyle.

And dance your final dance
This is your final chance
To hold the one you love
You know you’ve waited long enough
Believe that magic works
Don’t be afraid
Afraid of bein’ hurt
No, don’t let this magic die
Ooh, the answer’s there
Yeah, just look in her eyes


Ada gambar lucu nih. :D

Andai mereka tahu kalau mereka akan jadi suami istri. Hermione's future husband is Ron Weasley. That's good! A smart girl and a random boy! Congratulation Ronnie :D

There is Never a NO!!

Dapat re-blog di akun tumblr saya timecapsule ...


ALLAH SWT ALWAYS HAS 3 REPLIES TO OUR PRAYERS
1. YES
2. YES, BUT NOT NOW
3. I HAVE A BETTER PLAN FOR YOU
THERE IS NEVER A NO!!!



A Cup of Tea


A cup of tea always comfort me.
It's smell so good and relaxing.
A cup of hot tea make my heart so warm.
A cup of iced tea refresh my mind.

A cup of tea.
There is a bitter story behind a sweet sugar smile.
A cup of tea.
There is a memory...
Between you...
And me...
-Anggit Paramadita-2011-

NB: Saya lagi super iseng bikin tulisan seperti ini. Gak tahu juga ini berupa apa. Puisi? Catatan? Atau bahkan saya pikir ini boleh juga buat lirik lagu. Ada yang berminat bikin aransemen nya? Hehe :D
*srupuuuuut*sambil minum teh
NICE QUOTES"A CUP OF TEA SOLVES EVERYTHING" 

Thank You Allah...


Allah...
Thanks for be nice to me as always in my whole life.

For everything You choose to me.
For everything You give to me.
For everything You distant to me.

Allah..
Thanks for always listening to me when I feel no one can understand me.
Thanks for accompanying me when no one can sit awhile with me.
Thanks for holding me when I've lost my way.
Thanks for comforting me when I feel no one can hold my tears drop.

Allah...
For every blessing. It's your love, isn't it?
For every happiness. It's your gift, isn't it?
For every rejection. It's your protection, isn't it?

Thanks for never living me alone.
Thanks for send me right people to love me, care me, protect me.

Allah...
Guide me in every step I do in my whole life.
Don't let me far away from You...
And finally, thanks for everything.

-Anggit Paramadita-Februari 2011- 

 Putting a bright smile on my face ^^
Copyright @ TIME CAPSULE | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger