Shabby Chic Bedroom Inspiration

Someday, I want to build a warm and sweet house. The color of the wall is white. Full of flower and shabby chic things. Someday, I want to make it comes true. :)

Here is some shabby chic bedroom inspiration. I want to share it to you.




I adore all things shabby chic. I love floral patterns and pastel colours. All things shabby chic is so cool! Such a sweet room. :)

pictures from here 
pictures from here
pictures from here

Metamorfosa (Kumpulan Puisi) – Akan Segera Terbit!

“Tidak banyak orang yang bisa secara terus terang bercerita tentang isi hati dalam wajah puisi untuk mempertanyakan banyak hal. Biasanya terjebak dalam melankolia dan cenderung “lebay”. Puisi-puisi dalam kumpulan ini berada di luar wilayah itu.”
-Oom Somara de Uci (Pegiat Sastra, Founder Pustaka Kemucen)

“Metamorfosa, artinya semedi sekian waktu lalu berubah menjadi “cantik” – tentunya cantik dalam banyak makna dan maksud. Puisi memang media yang menarik untuk menggelitik banyak hal. Namun, hanya pembaca yang berhak mengungkapkan, apakah ia tergelitik atau tidak. Apakah saya tergelitik? Rahasia dong ah!”
-Putri Sarinande (Penyair Kumpulan Puisi “Putri Berkicau”)

“Permainan katanya bagus dan meaningful banget…”
-Bunga Mega (Penulis)

“Ini dahsyat, dari kerumitan akan karya sastra yang terlalu melangit dan kejenuhan akan karya sastra yang terlalu dangkal dengan balutan ke’enteng’an dalam pengkaryaan tidak ditemukan di buku ini, Gilang dan Anggit mampu menbenahi hal keduanya, berproses dengan progresif romantisme dan cerdas dalam menangkap situasi disekelilingnya menjadikan karya yang mudah dicerna tanpa meninggalkan estetika dalam sastra. Selamat membaca puisi cerdas ini.”
-Rizal Abdulhadi (Musisi dan Pegiat Kebudayaan)

 re-post dari Gilang Pramudhita

Tren Selfpublishing

Tulisan di bawah ini, created by Anggit Paramadita.


Belakangan, mata dan telinga saya begitu akrab dengan sebuah kata SELFPUBLISHING. Apa sih sebenarnya? 

Geliat para penulis muda bermunculan dan melahirkan jutaan karya akhir-akhir ini. Sungguh merupakan suatu prestasi dan menurut saya (sebagai penikmat tulisan) kebanggaan tersendiri. Karena akhirnya, sudah banyak orang 'melek' aksara. Dalam artian mau membaca. Setiap pergi ke toko buku, selalu ada saja buku-buku baru dibungkus cover-cover yang menarik. Penerbit seolah berlomba-lomba memunculkan karya yang bisa laris di pasaran. Di dunia maya, seperti jejaring sosial facebook dan twitter, bermunculan akun-akun penerbit. Mempromosikan buku-bukunya dengan berbagai promo menarik. Bahkan, penerbit dan para penulisnya pun mempunyai jumlah followers yang sebanding dengan artis-artis yang kerap kita lihat di televisi. Artinya? Fenomena ini menunjukkan dunia perbukuan bangkit. Dunia perbukuan bukan lagi milik segelintir orang yang peduli aksara. Dunia perbukuan menjadi tren masa kini.

Di tengah persaingan ketat di industri ini, penulis-penulis yang mempunyai idealisme tinggi tentu harus berpikir seribu kali. Walaupun karya yang kita buat (menurut kita) bagus, belum tentu 'pasar' mengatakan seperti itu. Ada penerbit yang hanya menerima karya dengan ketentuan tertentu yang tidak bisa diganggu gugat. Maka harus dikemanakan kah idealisme seorang penulis? Haruskah karya nya terbuang percuma? Hanya berakhir di dalam folder di komputer nya? Atau kah idealisme nya harus diubah demi mengikuti selera pasar?

Salah satu faktor maraknya selfpublishing mungkin karena seringnya karya seseorang ditolak oleh penerbit. Dengan memasukkan karya kita ke penerbit, memang karya itu akan diproses, dibedah, dipercantik, didistribusikan dan tunggu sampai muncul di antara tumpukkan buku di toko-toko buku. Tapi sekarang, mulai bermunculan penerbit-penerbit independen. Bahkan muncul pula layanan selfpublishing yang bisa memfasilitasi terbitnya karya kita.Penulis berperan ganda. Bahkan mungkin multi tasking. Sebagai pengkonsep, sebagai editor, sebagai cover designer (tapi sekarang sudah marak pula layanan pembuatan desain cover buku), sebagai distributor, sebagai penjual. Di sini lah penulis diuji kemampuan marketingnya. Sejauh mana ia bisa meyakinkan orang untuk membeli karyanya.

Penulis independen dapat memanfaatkan fasilitas blogspot, fanpage facebook, twitter, dan lain-lain sebagai sarana promosi. Sejauh ini, banyak penulis independen yang terbilang berhasil dalam 'meledakkan' karyanya. Ambil contoh Dewi Lestari.Novel perdana Dewi Lestari berjudul Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001), meraih sukses dengan penerbitan selfpublishing, yaitu Truedee Books.Kemudian, lihatlah Aa Gym. Punya label MQ, dan menerbitkan banyak pula buku-bukunya dengan MQ Publisihing. Terakhir, ada Jed Revolutia. Penulis buku You Are Likeable ini juga meraih sukses melalui layanan selfpublishing Nulisbuku. Ia menggunakan taktik marketing yang briliant. Ia memberikan sampel bukunya sebagai 'icip-icip' berupa ebook yang bisa didownload. Kalau suka, kita bisa beli versi buku nya yang lengkap. Promosi nya gencar dengan membuat blog, dan tentu rajin promo di twitter.

Memang tidak mudah menjalani selfpublishing. Apalagi kalau kita mengeluarkan modal, tentu akan menjadi PR yang cukup berat bagi kita untuk memutar modal kembali. Tapi kita juga bisa mengandalkan layanan selfpublishing seperti Nulisbuku. Karya kita akan dicetak jika ada yang memesan atau print on demand. Memang untuk urusan pemesanan dan pembelian masih sedikit rumit dan belum bisa menjangkau seluruh kalangan. Tidak bisa seperti masuk toko buku, ambil buku nya ke kasir, bayar, selesai. Jadilah target kita tidak seluas penerbit-penerbit mayor. Tapi setidaknya, selfpublishing bisa menjadi solusi. Di antara ketatnya persaingan di industri perbukuan, selfpublishing bisa menjadi jawaban sekaligus tantangan.

Salam^^
Anggit Paramadita-Maret 2011
Source photo dari sini

SATIN MERAH : AKU CUMA INGIN JADI SIGNIFIKAN

Novel yang akan saya bahas dibawah ini sangat lain. Ide ceritanya segar dan tidak biasa. Di tengah gempuran cerita-cerita yang mengangkat tema cinta, novel ini hadir dengan genre misteri dan trhiler. Tidak perlu waktu lama buat saya membacanya. Sejak baca halaman awal, kayanya udah gak bisa lepas deh. Langsung pengen baca tuntas saat itu juga. :D

Judul Buku : Satin Merah : Aku Cuma Ingin Jadi Signifikan
Penulis: Brahmanto Anindito dan Rie Yanti
Penerbit: Gagas Media
Harga: Rp 37.000-

Cerita berawal dari seorang gadis bernama Nadya, pelajar SMA yang penuh ambisi. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya lebih dari yang lain. Maka ia pun mengikuti sebuah ajang lomba pelajar berprestasi se-Bandung Raya yang akan menjadi awal pertemuannya dengan sastrawan-sastrawan Sunda.

Nadya lolos seleksi lomba, dan diwajibkan membuat sebuah karya tulis. Ia ingin membuat tulisannya berbeda. Tema-tema yang diusulkan teman-temannya seperti global warming, dunia pendidikan, dianggap oleh nya sebagai tema sejuta umat. Akhirnya Nadya mengambil tema yang cukup rumit. Yaitu tentang Sastra Sunda.

Dalam proses pembuatan karya tulis, mempertemukan Nadya dengan Yahya Somantri (sastrawan yang keras dan sering menganggap Nadya tidak mampu menulis). Kemudian Nadya berguru pada Didi Sumpena (sastrawan spesialis kriminal yang punya daya analisis hebat). Setelah itu ia berguru juga pada Nining (sastrawan yang menulis penuh dengan cinta), dan terakhir, Nadya dekat dengan seorang dosen Sastra Sunda Unpad yang pernah ia temui di sebuah seminar bernama Lina.

Yahya Somantri menghilang secara misterius. Tak lama setelah itu, muncul sebuah karya puisi Sunda berjudul BALAKA di sebuah grup facebook. Gaya penulisan nya mirip dengan Yahya Somantri. Kemudian Didi Sumpena pun menghilang. Tak lama pula, muncul sebuah tulisan yang gaya nya mirip sekali. Terakhir, Nining meninggal dunia karena racun sianida yang tercampur dengan kopi.

Hilangnya para sastrawan itu akan terkuak. Lina yang seorang dosen membuat analisis dan mencari kebenaran. Ia pun sebenarnya berhadapan dengan maut, tapi ia berhasil selamat.

Novel ini cukup membuat saya parno sambil clingak-clinguk saat baca. Menegangkan.
Keberanian penulis mengangkat Sastra Sunda, misteri, pembunuhan, dipadukan dengan kehidupan remaja zaman sekarang dan teknologi internet sungguh sangat menarik dan patut diacungi jempol. Ide nya fresh!
Di dalam novel juga diceritakan tentang selfpublishing, dan 'kelainan jiwa' ya, yang dialami Nadya. Diceritakan sejak kecil Nadya memang berperilaku 'lain'. Di sini juga diceritakan tentang penelitian Masaru Enomoto tentang air, yang pernah saya baca bukunya beberapa tahun yang lalu.

Ini puisi BALAKA yang bikin saya merinding banget bacanya. Bercerita tentang pembunuhan yang Nadya lakukan pada Yahya Somantri.

BALAKA

Hampang
Hambar

Ieu leungeun ngalayang, hampang
Jadi israil teh memang kacida gampang
Komo mun jalmanapikasebeleun pisan

Ieu jalma kawentar teh geus diruan
Di buruan imahna sorangan
Sameter beh kalereun tetecean kai nu geus bobo

Palipisanana nu gudawang ayeuna
Pasti moal karasa deui nyanyautan
Apan geus ditepungkeun jeung bebenena baheula

Hampang
Hambar
Peurih

Teu ngahaja, teu reueus deuih
Tangtu handeueul, mun anjeun nanya
Ieu jalma, jalma pikasebeleun teh
Sabenerna jalma bageur

Pasti we ti poe ieu bakal rea
Nu ngarasa kaleungitan
Nya hampura atuh
Kuring nu cumantaka ngarogahala
Angger teu ngarasa reueus

Mun anjeun teu narima
Kuring nu menta hampura
Mun anjeun angger neundeun kaceuceub
Tah ieu getih kuring tandonna
Dikakat ieu awak, jadi Israil diri pribadi

Hampang
Hambar
Peurih
Tengtrem

Sabenerna, teu sieun paeh kuring teh
Da nu pangnyerina dina kahirupan mah lain pati
Tapi dilalaworakeun
Leungitna jalma-jalma nu banget dipikacinta ku anjeun
Nu aya di antara jalma-jalma
Nu nganggap anjeun sepi
Nu pangnyenyerina dina kahirupan lain pati
Tapi dipopohokeun
Mun anjeun diantepkeun kitu bae
Sanggeus migawe nu panghadena
Mun anjeun mingkin yakin
Nu miduli ka anjeun teh
Nyatana anjeun sorangan

Salut banget sama penulisnya. Gimana bisa ya menyatukan kedua pikiran yang berbeda dan bisa menghasilkan suatu karya hebat bahkan tanpa saling bertemu rupa?


Novel ini recommended banget!! :D
Jangan berhenti baca sebelum kamu tahu arti sebenarnya dari SATIN MERAH yang akan terungkap di tengah cerita ;)

HAPPY BIRTHDAYMOM :*

4 Maret 2011.
The gift from me, dad and sist.
Breadtalk Blackforest
HAPPY BIRTHDAY MOM... :)

Adegan Marah yang Romantis

Biasanya saya sebel sekali nonton film yang ada adegan marah-marahnya. Apalagi sinetron. Riweuh dan lieur nonton nya. Tapi, ada satu adegan marah-marah yang justru saya suka. Paling saya suka mungkin.
Adegan itu ada di film Harry Potter and the Goblet of Fire. Di mana Hermione marah-marah sama Ron karena Ron melontarkan kata-kata yang emang menjengkelkan, begitu pikir saya kalau jadi Hermione, hehe.
Adegannya terjadi setelah yulle ball atau pesta dansa. Saat itu Hermione datang ke yulle ball dengan pasangannya yaitu Viktor Krum, seorang seeker terkenal dan bermain di Piala Dunia Quidditch. Lawan Harry saat itu di Turnamen Triwizard.
Padahal, Ron fans berat nya Krum, tapi melihat Hermione jalan dengan Krum, Ron malah marah-marah gak jelas. Sok-sok gak butuh Hermione. Hehe. Padahal jelas banget ya, kalau Ron cemburu tuh sama Krum. Di sini lah, Ron mungkin sedikit menyadari kalau dia ada hati sama Hermione.



Dialog saat itu :
"How dare you! Besides I can take care of myself!"
"I doubt it. He's way to old."
"What? What? If that's what you think??!!"
"Yeah.. that's what I think."
"You know the solution then, don't you?"
"Go on."
"Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!"
"Well.. thet's.. errr.. I mean that's completely off the point!"
(Harry datang)
"They get scary as they get older!" (Ron bicara ke Harry)
"Ron, you've spoiled everything)" (Hermione sambil nangis)

Yaaaa...berakhir sudah malam yang gagal untuk mereka. 
Ron dan Harry yang sama-sama nyuekin si kembar Paravati dan Padma Patil, dan Hermione yang setelah marahan ini, duduk di tangga, melepas sepatu kemudian menangis.

Saya suka banget waktu Hermione bilang "Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!"
Ya, Ron memang tinggi gengsinya kali ya. Dia baru "sadar" kalau Hermione tuh cewek, terlambat, setelah Krum mengajak Hermione, dan setelah hampir semua anak perempuan punya pasangan untuk ke pestadansa. Poor him. Tapi, tanpa ini, mungkin Ron tidak akan menyadari perasaannya.
Sedih deh liat Hermione sesenggukan, diiringi lagu Magic Works-Patrick Doyle.

And dance your final dance
This is your final chance
To hold the one you love
You know you’ve waited long enough
Believe that magic works
Don’t be afraid
Afraid of bein’ hurt
No, don’t let this magic die
Ooh, the answer’s there
Yeah, just look in her eyes


Ada gambar lucu nih. :D

Andai mereka tahu kalau mereka akan jadi suami istri. Hermione's future husband is Ron Weasley. That's good! A smart girl and a random boy! Congratulation Ronnie :D
Copyright @ TIME CAPSULE | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger